Laman

Kamis, 14 Juni 2012

Harum Aroma Kampung Halaman


Di sini aku dilahirkan
Kampung kecil dikelilingi pohon rimbun
Hamparan padi menguning di mana-mana
Kampung penuh kenangan
Membuat rindu saat pagi datang

Kutemukan matahari berjalan
Tak henti menetes memeras peluh
Masyarakat kuat memegang adat istiadat
Begitulah kerinduan yang mendalam
Berjumpa sahabat  lama, dengan gelak tawa

Air merembes dari celah bebatuan
Menyapa wajahku di pagi ini
Terdengar pula nyanyian burung menari
Harum aroma kampung halamanku
Begitu tenang, tak ada hingar bingar kebisingan



Senin, 11 Juni 2012

Hanya rumput


Kotor...
Air sampai lupa, kapan menyiramnya
Lubang pori-pori pun sampai tak sanggup bernafas
Tertutup tebalnya debu yang menempel di atasnya
Hanya di jalanan, jalanan aku hidup

Sungguh itu bukan mimpiku
Aku juga ingin seperti mereka
Ada yang merindukan kedatanganku
Ada yang menyelimuti kala dingin menghampiriku
Tapi aku bukan mereka

Aku hanya rumput  
Tertidur di atas tanah yang tandus

Tumbuh diantara pohon-pohon besar
Kecil, mengering 
Merindukan hujan dimusim kemarau

September


Entah apa yang patut dibanggakan pada angka 24 ini
Angka yang merupakan sebuah tanda dan lambang
Biar terlambat tak apa,
Aku hanya ingin membuat Senja tersenyum
Bahkan sampai tertawa
Sebelum senja benar-benar berganti malam

Meski waktu bertemu hanya beberapa menit
Bercakap hanya sekata
Tapi aku selalu ingat,senyum yang indah
Senyum yang diam-diam aku rindukan
Selama sepuluh tahun yang tak kudapatkan


Biar saja..
Mereka tetap menganggapku mengada-ada
Aku ingin bahagia,merasakan keindahan senyum senja

Minggu, 10 Juni 2012

Hariku dan Senjaku


Hanya sebuah tulisan untukku
Tertulis rapi dalam lembaran yang sudah mulai kumal
Cerita seorang perempuan lama tak berjumpa
Seperti kupu-kupu terbang kesana-kemari
Mencari kepastian waktu yang sudah lama kita nanti

Dulu…
Sayap ini pernah mekar dan terbang bersama
Sayap ini pula yang membawa kita
Menghirup wangi hutan pinus rindang di sana
Ah.. memang indah negeri ini
Negeri yang penuh mimpi
Menghijau menyelimuti sekujur jasad

Tapi….
Sayap ini tidak seperti dulu
Tak sekuat seindah dulu
Sayap ini sudah mulai kering
Sayap ini sudah lapuk
Tak mampu lagi menahan angin yang menerka
Satu persatu lepas, jatuh ke tanah
Seiring berjalannya sang waktu

Meskipun lapuk dan mulai berjatuhan
Tetaplah sayap yang berharap akan dikenang

Jumat, 08 Juni 2012

Is that for me


Entah….
Entah apa yang kurasa
Gundah, hati dan perasaan
Seperti tak ingin lagi ada perpisahan
aku akan tetap ada, walau dibalik-balik awan

Secangkir kopi ini mungkin akan mendingin bersama waktu
Tapi tak apa rumah ini masih sama seperti dulu
tak ada rubahnya walau langkahku dah tertutup debu
langkah tak sempurna, langkah muda dahulu
yang membuat aku merasa tak pantas berada di sisimu

This isn't a poetry, It's just messages for you
I'm happy to so see you again, It remembers me about us long time ago
Now i know
You know me more
I'm really appreciate it
I'm so sorry dissapointed you
Thank for becoming me as your little sister,
For your poetry I will save it.

Rabu, 06 Juni 2012

PULAU TANPA PESONA


Kudapati tubuhku
Terbalut  pasir  nan hitam
Merekat tak lepas ketika ku usap
Angin tak berhembus, awan berubah menjadi  kelam
Pulau tanpa Pesona, tak terdengar satu pun tawa

Terdampar aku
Di pulau tanpa nama
Pulau yang tak berhuni
Jalan bercabang  berkelok nan sepi
Aku sudah mutar tiga kali
mencari jalan, tapi tak pernah  ku temui

Terlepar aku
Di pulau tanpa nada
Pulau yang tak berhari
Jalan berlubang  berkelok nan berapi
Harus kuputuskan di sini
mengikuti arah, arah hari untuk kembali



TERIMA KASIH SENJA



Dulu...
Bagiku, bagimu
Tak ada alasan aku di sini
Saat matahari 
Hampir tenggelam  
Di  balik cakrawala.

Terima kasih senja
Telah memberiku banyak warna
Yang tak pernah bisa aku lupa
Saat aku masih muda
Maupun sudah tua



Terima kasih senja
Telah memberiku banyak cerita
Yang tak pernah bisa aku terima
Hanya sebait doa seucap kata
Semoga kamu slalu bahagia


"di balik angka Dua Puluh Empat"