ingin aku bercerita ke daun-daun
tentang riak berubah menjadi gelombang
mengulung waktu tak bergerak
dalam pelabuhan berpuluh tahun tak terlihat
begitu resah begitu cemas
menunggu hadir lafal-lafal berujaran
tertidur juga dalam balai-balai termaknai
sampai mengalir embun di kelopak
tak kuat menahan tetesan menjadi satu
begitu tajam menyerang dalam palung-palung
topang aku, karena saat ini aku butuh lilin itu
biar menjadi terang yang telah lama padam
biar resah menjadi pudar
biar gundah terpecah-pecah
berilah kabar tentang kamu di sana
Laman
Jumat, 02 November 2012
Minggu, 14 Oktober 2012
TEMPAT YANG LAMA
dalam lelamun keemasan
kamu berkata, kita tak bisa apa-apa
ada yang patah tak mampu lagi ke sana
ke tempat yang kamu minta
tempat yang lama, tempat yang kita tinggalkan
kamu ada itu karena aku, aku pun demikian
aku ada itu karena kamu
karena sayap ini, sayap kita
sayap yang kuat, walau memang belum sempurna
bila nanti telah terbang
aku ingin bersamamu
berlabuh dalam belaian senja
kamu berkata, kita tak bisa apa-apa
ada yang patah tak mampu lagi ke sana
ke tempat yang kamu minta
tempat yang lama, tempat yang kita tinggalkan
kamu ada itu karena aku, aku pun demikian
aku ada itu karena kamu
karena sayap ini, sayap kita
sayap yang kuat, walau memang belum sempurna
bila nanti telah terbang
aku ingin bersamamu
berlabuh dalam belaian senja
Senin, 24 September 2012
Sastra dan Pendidikan Moral
Bangsa
Indonesia saat ini sedang tahap perkembangan dalam segala bidang, termasuk
pendidikan. Pendidikan moral di negara kita ini memang antara harapan dan
kenyataan. Kita mengharapakan putra bangsa sekarang memiliki moral yang baik,
tetapi kita juga tidak bisa memungkiri bahwa moral kita sekarang telah jauh
dengan yang namanya baik. Untuk itu, tugas kita semua untuk mengubah itu semua.
Tentu kita semua tidak mau dicap sebagai bangsa yang hanya pintar dalam arti
yang negatif.
Tujuan
pendidikan yang kita harapkan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan
bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan
dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap,
mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Mengapa
pendidikan moral begitu sangat penting? Karena ketika seseorang telah memiliki
moral yang baik, kepribadian yang menyenangkan, tutur kata yang lembut, dan
kepedulian yang tinggi terhadap sesama, dia akan terhindar dari
perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan, baik merugikan dirinya sendiri,
keluarga, masyarakat, bangsa maupun agama. Satu contoh seseorang memiliki moral
yang baik, Ketika nanti dia diamanahi menjadi pejabat negara, dia tidak akan
berani mengambil uang negara karena sifat jujur telah tertanam dalam dirinya.
Untuk
mewujudkan itu semua tidaklah mustahil tetapi juga tidak gampang. Perlu kerja
sama antara semua pihak baik orang tua, guru, masyarakat serta pemerintah. Salah
satu contoh untuk membangitkan kreatifitas dan menanamkan moral yang baik dalam
lingkungan sekolah salah satunya yaitu,
dengan cara menanamkan pendidikan karakter berbasis sastra. Karena pelajaran
sastra tidak sekedar mengenalkan sastra kepada siswa. Melainkan dapat membentuk
kepribadian seseorang.
Mendekatkan
sastra sangatlah penting, terutama nilai-nilainya yang berguna memahami hidup.
Ungkapan jiwa, nuansa kehidupan, keindahan, semua tercipta dalam sastra. Pembaca
sastra dapat mengembangkan pemikirannya serta talenta dalam menulis, sehingga
dapat memaknai hidup. Sastra juga memiliki berbagai fungsi, salah satunya dalam
sastra terdapat sebuah amanat berisi moral yang dapat membentuk kepribadian
anak, mengembangkan imajinasi dan kreativitas, serta memberi pengetahuan keterampilan
bagi anak.
Berdasarkan
penjabaran tersebut dapat ditarik simpulan bahwa, pelajaran sastra bukan
sekedar mengenalkan sastra, tetapi dapat menjadi salah satu cara untuk
membentuk kepribadian seseorang, memperbaiki karakter bangsa yang akhir-akhir
ini dianggap masih jauh dari kata baik.
Senin, 27 Agustus 2012
KUNANG-KUNANG
kunang-kunang
harap sejenak hening tak datang
tuk temukan kunang-kunang
dengan warna kuning merah terang
terindu malam musim panas datang
menikmati kelap-kelip kunang-kunang
cahaya redup dibawa lari pulang
kelap-kelip kunang
sayap kecil terbang ketika petang
sedari kecil menjadi teman
bermain ombak - ombak malam
segera pulih dalam belaian bulan
kelap-kelip kelap-kelip
kelap-kelip kelap-kelip kunang
kelap-kelip menyatakan menjadi terang
Jumat, 24 Agustus 2012
GEMERLAP
GEMERLAP
Terlelap dalam sebuah mimpi
Lembah dipayungi langit kemerahan
Matahari bersinar dalam rimbun dedaunan
Senja berubah mungil hilang keemasan
Mulai terlihat di serambi tersamar
Berhamburan keluar tak lagi melekat
Dimaknai
penjabaran jumlah
Dimaknai penjabaran
lambang
Lebih
luas di mana kesadaran dan kesabaran
Lepas membatin di balik gemerlap
Berurut-urut
membentuk deret harapan
Mengikuti dan menuruti kebelakang
Berjalan satu persatu biar tahu
Matahari dan senja tak berkata apa-apa
Minggu, 22 Juli 2012
SENJA DI STASIUN SOLO
Untuk riri
Kukira kamu masih ingat senja di
stasiun itu
Senja yang memastikan bahwa hari
telah berlalu
hingga
mentari terbit menjemput masa depan
tak bisa
aku menarik perkataan yang telah terucap
tak bisa
aku mengulang kegembiraan yang kita rasa
peron-peron hanya bisa diam saling
memandang
tak
pernah tahu di mana akan tetap tinggal
tak
pernah tahu di mana akan bersembunyi selamanya
Riri..
siapa
yang duduk di sana
tergambar
wajah di antara jendela kereta
Berkaca
wajah rupawan, melampai tangan perpisahan
Memberi
senyum menenggelamkan mata
menandakan
pergi bahwa waktu mesti berpisah
begitu singkat,
hari memikul kenang pada tiap resah
Riri..
aku
berpulang dalam penguasa malam
Sesekali berbicara entah apa yang dibicarakan
mengkerut
dalam sayap panca-indra
melancarkan
sebuah janji stasiun kereta
terucap kesempatan
yang tersesalkan
sesal
senja dalam gerbong-gerbong malam
berkeliling
kota kalimat-kalimat berakhiran
Rabu, 18 Juli 2012
JIKA NANTI
Jika nanti telah tiba
Saat mata tak lagi melihat
Jangan biarkan indah ini menjadi suram
Jika nanti telah tiba
Saat telinga tak lagi mendengar
Jangan biarkan merdu ini menjadi sumbang
Jika nanti telah tiba
Saat hidung tak lagi mencium
Jangan biarkan harum ini menjadi kecut
Jika nanti telah tiba
Saat kulit tak lagi mampu meraba
Jangan biarkan halus ini menjadi kasar
Jika nanti telah tiba
Saat bibir tak mampu lagi merasa
Jangan biarkan lafal menjadi diam
Jika nanti
disaat malamku betul menjadi
malam
disaat batu nisan sebagai permata
aku ingin senja tetap datang
Selalu tersenyum mengirim doa
membawa bunga untuk menuju surga
Langganan:
Postingan (Atom)